Obesitas dan Efek Sampingnya

Berat badan berlebih dapat menyebabkan kerusakan pada organ serta membawa tubuh ke kondisi medis yang buruk bahkan tidak sedikit berujung ke kematian. Risiko kondisi penyakit yang serius seperti sleep apnea, diabetes sampai dengan stroke akan meningkat seiring dengan bertambahnya berat badan. Menurunkan berat badan merupakan solusi terbaik bagi penderita obesitas.

Adapun masalah atau penyakit yang berhubungan dengan obesitas meliputi:

Kolesterol tinggi

Penelitian telah menunjukkan bahwa semakin tinggi indeks massa tubuh (BMI), semakin tinggi total kadar kolesterol, hal ini berlaku pada wanita dan juga laki-laki. Kadar kolesterol meningkat lebih tinggi untuk orang-orang yang memiliki kelebihan berat badan, salah satu pemicu utamanya adalah makanan yang tidak sehat.

Stroke

Terlalu banyak lemak dalam tubuh, khususnya trigleserid dan kolesterol (LDL), dapat membangun plak dan menyumbat arteri, sehingga dapat menyebabkan stroke.

Hipertensi

Penderita obesitas dua kali lipat berisiko mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi, yang juga berhubungan dengan penyakit jantung. Obesitas menciptakan lebih banyak sel dan jaringan yang membutuhkan darah dan oksigen, sehingga hati dan sistem peredaran darah harus bekerja lebih keras untuk membebaskan darah dan oksigen. Upaya ekstra ini dapat meningkatkan tekanan darah, yang akhirnya menyebabkan hipertensi.

Diabetes

Obesitas sangat berhubungan dengan diabetes. Hampir 90 persen penderita diabetes tipe 2 memiliki kelebihan berat badan, karena berat badan yang berlebih dapat menyebabkan resistensi insulin. Mengurangi berat badan dapat membantu mengelola dan bahkan mencegah diabetes tipe 2 ini.

Kanker

Penelitian menunjukkan hubungan antara beberapa jenis kanker dan obesitas, seperti kanker usus, kanker endometrium, dan kanker payudara. Sebanyak 50 persen lebih dari kasus kanker yang didiagnosis pada wanita terkait dengan obesitas. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa menurunkan berat badan dapat membantu untuk mencegah banyak kanker.

Sleep Apnea

Ini adalah kondisi berbahaya yang menyebabkan pernapasan berhenti sementara saat tidur. Faktor terbesar sleep apnea adalah obesitas, kelebihan berat badan menghambat sistem pernapasan dan membuat bernapas lebih sulit.

Osteoarthritis

Resiko terkena osteoarthritis meningkat empat kali bagi perempuan yang memiliki kelebihan berat badan dan untuk pria yang kelebihan berat badan memiliki lima kali resiko lebih besar. Obesitas menyebabkan penekanan berlebih pada sendi dan menyebabkan rasa sakit yang hebat.

Penyakit Empedu

Obesitas menyebabkan gangguan pada kantung empedu secara keseluruhan dengan memaksa untuk bekerja lebih keras memproses lebih banyak lemak. Kelebihan kolesterol juga meningkatkan resiko terjadinya batu empedu. Mengurangi berat badan juga mengurangi tekanan pada kantung empedu.

Penyakit Hati Berlemak (Fatty Liver)

Menjaga berat badan yang sehat dapat mengatur gula darah bagi penderita diabetes dan obesitas,  juga mengurangi penumpukan lemak di hati.

GERD

Makan berlebihan tidak hanya menyebabkan obesitas, tetapi juga untuk penyakit gastroesophageal reflux (GERD). Kelebihan berat badan meningkatkan tekanan di dalam perut, yang dapat mendorong asam lambung mengalir balik keatas menuju kerongkongan dan memperburuk gejala GERD.

Gout

Gout adalah suatu kondisi di mana asam urat (sampah yang diproduksi tubuh) menumpuk pada persendian dan jaringan dalam tubuh. Obesitas meningkatkan risiko Gout, karena lebih banyak sel dan jaringan maka produksi purin meningkat dan dapat menyebabkan penumpukan.

Depresi

Depresi dialami penderita obesitas karena orang yang kelebihan berat badan memiliki masalah kepercayaan diri. Mereka seringkali mempunyai pandangan buruk tentang diri mereka sendiri. Lakukan olahraga teratur, makan makanan yang sehat, dan menurunkan berat badan sehingga gejala depresi dapat dikurangi.

(end)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*