OBESOGEN zat pemicu OBESITAS

Obesogen on Fat Cells

Pernahkah terlintas di benak Anda apabila wadah plastik untuk menaruh makanan, plastik kresek untuk membungkus makanan, plastik pada mainan anak, teflon yang digunakan untuk memasak, peralatan kosmetik seperti lipstik atau pewangi ruangan secara tidak langsung dapat menyebabkan obesitas?

Sayang sekali jawabannya adalah BISA.

ED

Mungkin bagi Anda yang belum mengetahuinya, informasi ini terkesan berlebihan tetapi studi telah membuktikan sangat banyak zat-zat kimia di lingkungan kita yang bisa memicu gangguan sistem hormon (Endocrine Disruptor, disingkat ED) pada tubuh manusia dan menyebabkan anomali pada berat badan, kanker, penyakit jantung sampai diabetes. Cara kerja obesogen adalah dengan meniru cara kerja hormon tubuh dan / atau menghambat hormon di tubuh bekerja sesuai dengan fungsinya.

Bruce Blumberg

Ahli biologi Bruce Blumberg dari Universitas California mendeskripsikan zat-zat kimia pemicu anomali berat badan tersebut dengan nama obesogen. Studi yang dipublikasikan oleh Journal of Alternative and Complementary Medicine pada tahun 2002 adalah studi pertama yang menyatakan bahwa obesogen membuat proses penurunan lemak tubuh atau penurunan berat badan menjadi sangat sulit.

Bruce menjuluki zat kimia tersebut tentu tidak tanpa alasan, obesogen memang mempengaruhi sel lemak secara signifikan dengan membentuk formasi sel lemak baru (hyperplasia). Selain itu, obesogen yang tergolong ED ini juga dapat berpengaruh terhadap sel lemak tubuh dengan mengganggu sistem regulasi yang mengatur berat badan seperti meningkatkan ukuran sel lemak tubuh (hypertrophy), menurunkan metabolisme, dan mempengaruhi nafsu makan.

Riset secara in vitro menyimpulkan bahwa sedikit dosis zat kimia yang tergolong obesogen sudah berdampak besar dengan menganggu sel beta pada pankreas yang memiliki fungsi dalam produksi insulin sehingga dapat menyebabkan insulin resistance (pemicu penyakit diabetes).

Obesogen umumnya terdapat pada produk plastik seperti kotak penyimpan makanan, mainan anak, pestisida, kosmetik, makanan kemasan, teflon, pewangi ruangan, dan masih banyak lagi. Selain dari sumber tersebut, obesogen juga terkandung pada obat kimia. Obesogen alami contohnya seperti fitoestrogen yang terkandung pada kacang kedelai. Perlu diketahui bahwa obesogen alami tidak signifikan jumlahnya oleh karena itu aman dikonsumsi dalam jumlah wajar.

Mengapa sebaiknya kita meminimalisir paparan obesogen terutama obesogen yang terkandung pada obat-obatan dan dari sumber yang tidak alami adalah karena obesogen merupakan racun sehingga dapat terakumulasi di dalam organ hati dan sel lemak tubuh kita. Semakin tinggi kadar obesogen di tubuh maka semakin sulit proses penurunan berat badan.

Sejauh ini dapat disimpulkan bahwa obesogen mempengaruhi lemak tubuh dengan cara:

  • Meningkatkan jumlah sel lemak tubuh
  • Mempermudah konversi glukosa menjadi lemak tubuh
  • Memperbesar ukuran sel lemak tubuh yang sudah ada
  • Mengganggu kinerja sinyal tubuh dan otak seperti rasa lapar, rasa kenyang, dan nafsu makan.
  • Membuat metabolisme tubuh tidak berfungsi dengan baik sehingga memicu penumpukan kalori.

 

Beberapa tipe obesogen dan beserta contoh umum yang mudah dijumpai di sekitar kita:

1. Bisphenol-A (BPA)

Contoh Obe 1Zat kimia ini digunakan dalam campuran untuk mengeraskan bahan plastik yang memilki efek mengganggu kinerja pankreas dan membesarkan ukuran sel lemak di tubuh. BPA terkandung pada produk-produk berbahan dasar plastik seperti mainan anak, kotak makanan , peralatan makan, kantong kresek, botol minum, kertas, dan makanan kalengan.

2. Phthalate

Zat kimia yang digunakan dalam campuran pembuatan bahan plastik agar bisa berbentuk fleksibel dan juga seringkali digunakan dalam campuran pengharum udara. Phthalate dapat mengganggu metabolisme dan menurunkan kadar hormon testosterone karena meniru kinerja hormon estrogen sehingga tubuh lebih mudah kehilangan massa otot. Zat kimia ini juga seringkali terkandung pada produk perawatan tubuh seperti wewangian tubuh atau parfum, pipa PVC, parkit, dan lantai vinyl.

3. High-fructose corn syrup (HFCS)

Gula buatan yang seringkali digunakan sebagai pemanis makanan dan minuman karena nilainya yang ekonomis ini memiliki efek yang mengganggu regulasi hormon leptin dan membuat produksi insulin oleh pankreas secara berlebihan. Nafsu makan sulit dikontrol, pemicu rasa adiktif, dan mempermudah penumpukan sel lemak tubuh adalah contoh dari beberapa efek sampingnya. HFCS terkandung di sebagian besar produk kemasan seperti snack, coklat, selai, jus dalam kemasan, roti, kue, minuman ringan, dan dressing atau bumbu makanan.

4. Nikotin

obese babyZat kimia yang banyak terdapat pada produk tembakau dan juga anti-hama. Nikotin paling berpengaruh pada perkembangan janin dan bayi. Ibu yang terpapar nikotin cenderung melahirkan bayi prematur dan si anak menjadi sangat mudah untuk berbadan gemuk saat proses pertumbuhan. Nikotin juga memicu rasa adiktif sehingga perokok akan kesulitan untuk berhenti karena ketagihan. Zat kimia ini umumnya terdapat di produk rokok dan juga permen.

5. Arsenik

Elemen semi metal yang dengan mudah dapat dijumpai pada setiap subtansi di bumi contohnya pada tanah, air minum, tumbuhan (menyerap arsenik), dan di dalam makanan tetapi dalam jumlah kecil. Arsenik dapat memicu atau memperparah penyakit diabetes dan mempengaruhi kinerja hormon tiroid dan organ pankreas serta memicu produksi sel lemak baru. Arsenik seringkali dicampur pada proses produksi gas anti-hama seperti herbisida, pestisida, dan insekstisida yang digunakan pada tanaman.

Contoh Obe 2

Endapan pestisida dalam jumlah kecil sudah dapat mengganggu sistem hormon dan ibu hamil yang seringkali terpapar pestisida memiliki risiko yang besar untuk melahirkan anak yang gampang gemuk dan bermasalah kesehatan. Zat kimia ini juga seringkali terdeteksi pada sayuran dan kulit buah seperti apel, pir, anggur, strawberry oleh karena itu wajib dibersihkan dengan baik sebelum mengkonsumsi buah-buahan yang dikonsumsi bersamaan dengan kulitnya.

6. Obat-obatan kimia

Obat juga merupakan obesogen yang termasuk berbahaya karena memiliki efek seperti mengganggu keseimbangan mikro-organisme pada pencernaan, menganggu sinyal rasa lapar dan rasa kenyang ke otak sehingga mempermudah penumpukan kalori. Contoh obat kimia yang tergolong obesogen seperti antibiotik, obat anti depresi, obat penyakit diabetes, dan antibiotik untuk ternak. Seperti yang saya jelaskan di atas, obesogen tersimpan pada sel lemak karena larut dalam lemak (fat soluble) jadi saat memilih daging pilihlah daging dengan bagian yang rendah kadar lemak seperti bagian dada ayam, bagian has dalam untuk daging sapi, atau yang organik.

7. Organotin

Merupakan zat kimia tergolong obesogen yang dapat menganggu sistem hormon dengan cara meningkatkan kadar trigliserida pada sel lemak. Obesogen ini terdapat pada hasil laut yang telah terkontaminasi, anti-jamur pada perabotan kayu, bahan tekstil, dan sistem pengairan karena zat ini juga merupakan bahan campuran dalam mengolah pipa PVC sehingga berpotensi mengkontaminasi air.

8. Perfluorooctanoic acid (PFOA)

TeflonZat kimia pelapis yang dipakai pada teflon atau peralatan dapur anti lengket. PFOA merupakan obesogen yang paling banyak terdeteksi pada sampel darah partisipan dari studi yang berkaitan dengan zat pengganggu sistem hormon. Efek dari zat kimia ini adalah menganggu kinerja tiroid yang berfungsi dalam mengatur metabolisme. Selain peralatan dapur anti lengket, PFOA juga terkandung pada pembungkus makanan anti lengket serta makanan kemasan yang memakai microwave maupun oven dalam pembuatannya.

9. Kacang kedelai

Fitoestrogen yang terkandung adalah obesogen alami yang meniru kinerja hormon estrogen. Mengkonsumsi kacang kedelai secara berlebihan dapat berpotensi memicu penumpukan lemak tubuh layaknya memiliki kadar hormon estrogen yang terlalu tinggi. Kacang kedelai tetap aman dikonsumsi selama tidak dalam jumlah besar, tidak menjadi sumber protein utama, telah difermentasi atau diolah terlebih dulu seperti menjadi tahu atau tempe, dan juga pilih kacang kedelai yang melalui proses penanaman secara alami.

 

Beberapa cara untuk meminimalisir paparan zat yang tergolong obesogen:

  • Hindari sebisa mungkin penggunaan pengharum ruangan atau parfum ke tubuh.
  • Gunakan peralatan memasak yang terbuat dari kaca, keramik, stainless steel, dan plastik dengan kualitas bagus atau memang khusus untuk makanan. Akan lebih baik lagi ada tulisan BPA free.

BPA Free

  • Jangan menggunakan berulang kali bahan plastik dengan kode 1, 3, 6, 7 yang biasanya ditulis pada bagian bawah kemasan.

Plastic Resin Codes 2

  • Kurangi pemakaian styrofoam sebagai wadah makanan.
  • Jangan menaruh makanan atau minuman panas pada bahan plastik seperti kantong kresek.
  • Jangan memasukkan plastik kemasan ke dalam microwave maupun oven.
  • Memakai peralatan anti-lengket kualitas tinggi dan gantilah peralatan apabila sudah banyak goresan. Hindari menggunakan bahan yang tajam ke permukaan teflon.
  • Kurangi makan makanan dalam kemasan kalengan.
  • Menggunakan filter air yang berkualitas guna menyaring air untuk minum.
  • Beli bagian daging yang tidak mengandung tinggi akan kadar lemak.
  • Membeli buah dan sayuran kualitas bagus dan cuci dengan baik sebelum diolah atau dikonsumsi.
  • Tidak masalah produk sayur atau buah lokal karena produk impor juga belum tentu aman.
  • Tidak selalu bergantung pada obat-obatan kimia apabila jatuh sakit.
  • Cukup membatasi frekuensi dan kuantitas konsumsi kacang kedelai, tidak perlu sampai harus dihindari.

PENUTUP

Keseluruhan tipe obesogen di atas merupakan zat yang mudah ditemui di kehidupan sehari-hari dan tentunya masih banyak lagi zat kimia yang berpotensi menganggu sistem hormon tubuh manusia (Endocrine Disruptor). Dengan mengetahui dan mengerti tentang obesogen, semoga artikel ini dapat membantu Anda menjadi lebih mudah dalam memperoleh tubuh yang sehat dan ideal.

- Jansen

Subscribe to Comments RSS Feed in this post

2 Responses

  1. keren mas tulisannya.. kapan-kapan boleh gak tulisan mas kita rangkai menjadi kultwit #GiziKebugaran tentunya dengan konsultasi dari mas Jansen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*