Pemicu Makan Berlebihan (Overeating)

Overeating atau mengkonsumsi makanan secara berlebihan merupakan kebiasaan buruk yang sangat sulit untuk dihindari bagi banyak orang. Kita tidak dapat berhenti untuk makan begitu saja untuk mengatasi kebiasaan buruk ini karena pada dasarnya makanan selalu dibutuhkan oleh tubuh untuk bertahan hidup.

Godaan terhadap makanan dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Jika kita tidak dapat menahan atau menghindari godaan tersebut, maka sebaiknya kita harus memahami dan menganalisa apa yang membuat kita sampai memiliki kebiasaan buruk ini.

Berikut ini adalah beberapa hal pemicu overeating yang sering terjadi:

1. Kelelahan

Ketika mulai merasa bahwa tenaga yang kita miliki sudah terkuras terutama setelah beraktivitas, maka seringkali kita cenderung untuk mencari makan dengan tujuan ingin memulihkan tenaga kembali. Pada saat hal ini terjadi, ada baiknya cermat dalam memilih sumber makanan atau membiasakan diri untuk benar-benar memahami apa yang diinginkan tubuh sebelum bertindak karena bisa jadi tubuh hanya perlu istirahat atau relaksasi yang cukup, bukan makanan.

2. Merasa bosan

Rasa bosan merupakan sindrom yang umum bagi sebagian besar orang dan hal tersebut merupakan salah satu pemicu utama timbulnya overeating. Ketika merasa bosan, banyak orang akan mengatasinya dengan makan. Proses ini akan diperparah ketika diikuti dengan aktivitas seperti menonton TV sambil menyantap makanan, hal ini akan sangat gampang untuk memicu asupan kalori yang berlebih. Cobalah memasukkan lebih banyak aktivitas fisik yang dapat membuat kita selalu sibuk dan mengalihkan pikiran dari makanan.

3. Kebiasaan

Waspadai kebiasaan yang menyebabkan kita makan secara berlebih, baik pada saat pergi ke restoran favorit, makan sambil menonton TV, atau kebiasaan buruk lain. Dengan mencermati kebiasaan buruk yang dimiliki, tentunya akan membantu kita untuk sadar dan berupaya mengurangi kebiasaan merugikan tersebut.

4. Keinginan terpendam

Kita selalu tertarik dengan hal-hal yang dilarang. Ketika tahu bahwa tidak diijinkan untuk makan makanan tertentu justru malah menimbulkan keinginan yang luar biasa. Untuk mengurangi perasaan tersebut, atasi dengan mencari makanan alternatif yang juga hampir sama enaknya tetapi lebih menyehatkan (misalnya jika tidak diperbolehkan untuk makan yang manis seperti ice cream maka bisa mencoba makan yoghurt low fat dengan tambahan potongan buah segar).

5. Zona Aman

Ketika sedang merasa berada di “zona aman”, yaitu zona dimana kita merasa nyaman dengan bentuk badan yang kita miliki walaupun pada kenyataannya sudah tergolong gemuk maka kita tidak akan termotivasi untuk berubah. Hal ini dapat dengan mudah mengarah kepada overeating, yang mana sebagian besar waktu orang yang berada di zona aman dihabiskan dengan bermalas-malasan, bukan beraktivitas atau memiliki pola hidup yang aktif.

6. Terlalu membenci Tubuh Anda

Ketika kita terlalu membenci penampilan, baik karena tidak memiliki tubuh yang ideal atau karena lain hal maka sangat lah sulit untuk memulai, mengatur, dan melaksanakan suatu pola diet. Perlu diingat bahwa kepercayaan diri, kepribadian, keterampilan sangat penting karena elemen – elemen tersebut yang menentukan bagaimana sebenarnya orang lain akan menilai penampilan kita.

7. Tekanan

Munculnya overeating sering dipicu ketika kita tidak dapat lagi beradaptasi dengan kegiatan sehari-hari dan mendapatkan banyak tekanan (baik di rumah maupun di tempat kerja). Ketika kita merasa sudah tidak memiliki waktu atau energi, maka akan sangat sulit menjalani pola diet yang efektif atau baik untuk sekedar mengontrol asupan kalori harian. Menata kembali rencana maupun manajemen waktu yang lebih baik dengan perlahan merupakan solusi yang terbaik untuk situasi ini.

8. Tidak Memiliki Tekad Yang Kuat

Ketika ingin melakukan sesuatu, maka lakukan dengan segera. Tetapkan batasan, disiplin, maupun tujuan yang harus diikuti tanpa pengecualian. Tekad yang kuat akan membantu kita untuk tetap berada pada jalur yang benar dan juga akan membantu dalam menghindari timbulnya overeating.

Semoga bermanfaat

- Jansen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*