Fungsi Liver Glycogen & Muscle Glycogen

Salah satu hal yang dapat membantu memaksimalkan proses penurunan kadar lemak tubuh adalah mengetahui perbedaan antara Liver Glycogen dan Muscle Glycogen sehingga sangat penting untuk dipahami. Pada artikel ini akan dijelaskan secara singkat perbedaan dan fungsi antara keduanya.

Glycogen

Glycogen adalah cadangan gula darah atau glukosa dalam sel tubuh. Karbohidrat setelah dikonsumsi maka akan dirubah menjadi glukosa pada usus dan diserap ke dalam aliran darah untuk didistribusikan ke sel-sel dalam tubuh dengan bantuan hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas. Ketika pasokan glukosa berlebih maka kelebihannya akan disimpan ke dalam hati (liver) dan otot (muscle) tubuh, kondisi ini disebut dengan jalur metabolik Glucogenesis. Apabila kedua tempat tersebut juga telah penuh, kelebihan glukosa akan disimpan ke dalam sel lemak.

Liver Glycogen

Liver Glycogen adalah cadangan glukosa yang terdapat di dalam hati. Dibandingkan dengan Muscle Glycogen, cadangan glukosa dalam hati kapasitasnya sangat terbatas dan hanya mampu menyimpan kurang lebih sekitar 50-100 gram setiap harinya dengan patokan laki – laki dewasa. Glycogen di dalam hati dipakai oleh tubuh untuk menstabilkan glukosa yang turun di bawah batas normal yang terpakai untuk melakukan aktivitas fisik sehari – hari seperti berjalan, bernafas, dll.

Muscle Glycogen

Muscle Glycogen adalah cadangan glukosa yang terdapat di dalam otot. Muscle Glycogen berhubungan erat dengan seberapa banyak cadangan glukosa di otot yang bisa dirubah menjadi energi pada saat dibutuhkan. Kapasitas glukosa di dalam otot jumlahnya cukup besar dan akan dipakai ketika kita melakukan aktivitas fisik yang tergolong berat seperti kontraksi otot saat mengangkat beban. Semakin banyak kita menggunakan cadangan glukosa di otot, semakin besar kita dapat mengkonsumsi karbohidrat tanpa risiko akan banyak yang dirubah menjadi sel lemak tubuh. Selain itu, ukuran otot dapat mengembang lebih besar dengan melakukan olahraga angkat beban secara rutin. Dengan mengembangnya sel otot, kapasitas penyimpanan glycogen tentunya juga akan bertambah dan insulin akan lebih sensitif terhadap lonjakan gula darah sehingga kita akan terhindar dari sindrom metabolik Leptin Resistance.

Perbedaan antara Muscle Glycogen dan Liver Glycogen

Perbedaan penting yang harus diketahui antara kedua ini adalah hati hanya menyimpan karbohidrat dalam bentuk fruktosa karena otot tidak dapat memproses fruktosa seperti hati. Untuk memudahkan pemahaman, maka akan dicontohkan sebagai berikut:

Disaat kita mengkonsumsi ubi yang mengandung tinggi glukosa serta kandungan serat, ketika dicerna oleh usus maka sebagian besar glukosa pada karbohidrat dari ubi tersebut akan tersimpan ke dalam otot. Apabila kita mengkonsumsi tepung atau makanan yang mengandung tinggi akan fruktosa, maka fruktosa tersebut akan disimpan di dalam hati.

Perlu diperhatikan bahwa kelebihan konsumsi fruktosa yang banyak terdapat pada sumber karbohidrat sederhana seperti soft drink, gula, madu, dan sirup akan berdampak negatif terhadap tubuh salah satunya adalah akan menggemukkan badan dengan mudah karena kelebihannya akan disimpan oleh tubuh menjadi sel lemak. Hal ini dikarenakan kapasitas penyimpanan fruktosa di hati yang sangat terbatas.

Memahami dengan baik besar asupan dan tipe karbohidrat yang kita konsumsi sehari-hari akan memaksimalkan proses penurunan lemak dalam tubuh. Selain itu dengan menambahkan asupan serat pada saat kita mengkonsumsi karbohidrat sederhana membantu agar tubuh tidak langsung mensintesa karbohidrat sederhana yang dikonsumsi menjadi sel lemak tubuh akibat lonjakan insulin.

Singkat kata, memperhatikan sumber karbohidrat dengan baik dan seimbang dapat membantu proses menurunkan kadar lemak tubuh dengan mudah dan juga dapat membantu dalam menyusun pola makan yang lebih baik.

- Jansen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*